Saturday, October 29, 2022

12 Kasus Gagal Ginjal Akut pada Anak di Sumut, 8 Anak Meninggal Dunia


 

Pemprov Sumatera Utara mencatat terdapat belasan kasus gagal ginjal akut anak di Sumatra Utara. Dari belasan kasus diketahui delapan anak meninggal dunia.

Tim Ahli Kesehatan Sumatra Utara memaparkan, kasus gagal ginjal akut pada anak ditemukan pertama kali di Sumut pada Mei 2022. Hingga saat ini terdapat 12 kasus, Delapan pasien anak meninggal dunia, empat anak sembuh dan dua anak masih menjalani perawatan intensif di RSUP H. Adam Malik Medan.

Selain mengalami gagal ginjal akut, delapan pasien anak juga terpapar covid-19. Meski demikian, hasil pemeriksaan covid ini tidak dapat dijadikan dasar penyebab terjadinya gagal ginjal akut pada anak. 

Sebelum menjalani perawatan intensif di rumah sakit, mayoritas pasien anak ini sempat mengkonsumsi obat-obatan. Saat ini tim medis masih terus melakukan penelitian dan pemeriksaan terhadap kandungan obat yang sempat dikonsumsi oleh pasien.

Pemprov Sumut memastikan bahwa fasilitas kesehatan yang disediakan memenuhi syarat untuk melakukan perawatan bagi pasien gagal ginjal akut. Selain itu, Gubernur Sumatra Utara juga memerintahkan kepada dinas kesehatan dan BPOM untuk melakukan pemeriksaan dan pengawasan terhadap obat-obatan yang diduga mengandung senyawa berbahaya.

 

Sumber : https://www.metrotvnews.com/play/NrWCZlPg-12-kasus-gagal-ginjal-akut-pada-anak-di-sumut-8-anak-meninggal-dunia 


VISIT MY YOUTUBE CHANNEL


Waspadai Gagal Ginjal Akut pada Anak

 


Dalam beberapa waktu terakhir, kasus gagal ginjal akut banyak menyerang anak-anak berusia 6 bulan sampai 18 tahun. Adanya kenaikan ini terjadi dalam kurun waktu 2 bulan terakhir, dimana 18 Oktober 2022, sebanyak 189 kasus telah dilaporkan dan paling banyak didominasi oleh anak berusia 1 – 5 tahun.

 

Melihat adanya peningkatan kasus gagal ginjal akut tersebut, Kementerian Kesehatan bertindak cepat untuk menginformasikan kepada seluruh orang tua untuk tetap waspada dan tidak panik, terutama ketika anak mengalami gejala yang mengarah pada penyakit ginjal akut, seperti:

 

1. Diare

2. Muntah

3. Demam selama 3 – 5 hari

4. Batuk & Pilek

5. Jumlah air seni yang semakin sedikit, bahkan tidak bisa buang air kecil sama sekali

 

Pada pernyataannya, dr. Yanti Herman, MH. Kes selaku Plt. Direktur Pelayanan Kesehatan Rujukan mengajak masyarakat, khususnya orang tua untuk terus mengawasi perkembangan kesehatan anak, tidak panik dan bersegera untuk melakukan pemeriksaan ke fasilitas kesehatan terdekat apabila anak mengalami gejala yang mengarah kepada penyakit gagal ginjal akut.

 

Tidak sampai disitu, guna melakukan upaya penurunan kasus gagal ginjal akut, pemerintah juga menerbitkan Surat Keputusan Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Nomor HK.02.02./2/I/3305/2022 tentang Tata Laksana dan Manajemen Klinis Gangguan Ginjal Akut Progresif Atipikal (Atypical Progressive Acute Kidney Injury) Pada Anak di Fasilitas Pelayanan Kesehatan.

 

Adapun surat keputusan ini dikeluarkan guna memberikan informasi terkait serangkaian kegiatan yang harus dilakukan oleh tenaga medis dan tenaga kesehatan lain dalam melakukan penanganan terhadap pasien gagal ginjal akut.

Sumber : https://upk.kemkes.go.id/new/waspadai-gagal-ginjal-akut-pada-anak

CLICK HERE